Gemadaerah,- Masa Pemerintahan Presiden Jokowi-Maaruf Amin pada periode kedua ini,sudah hampir berjalan dua tahun..ini menandakan bahwa kinerja presiden beserta para pembantunya wajib melakukan dan merealisasikan program pembangunan sesuai dengan kebijkan pemerintahan dan kebijakan pembangunan yang sudah di tetapkan melalui haluan besar program presiden Jokowi.

Hal ini pula ditegaskan presiden agar para menterinya bisa kerja dengan baik dan membuahkan hasil yang manis pada masa pemerintahan periode ke dua ini, sehingg presiden membutuhkan kapasitas dan kapabilitas Mentri yang punya jiwa kerja dan bisa berkorban untuk keselmtn ekonomi rakyat indonesia dan negaranya bebas dari krisis ekonomi.

Tapi apa yang terjadi beberapa hari yang lalu tepat tgl 18 Juni 2020 presiden melakukan rapat dengan para pembantunya dan menympaikan sambutan dengan rasa kecewa yang luar biasa terhadap kinerja para menterinya yang videonya sekarang lagi piral di media.

READ  Diskusi webiner KIPP hadirkan Drg Hardiono sebagai keynote speaker, "Tantangan dan kesiapan pilkada di masa pademi"

Maka kami DPP Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur (KP2IT) sebagai garda terdepan yang turut memenangkan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi – Maaruf Amin Di kawasan Timur Indonesia menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang memperlihatkan rasa kecewanya terhadap kinerja menteri Kabinet Indonesia Maju.

Presiden sudah menyebut akan melakukan apapun, termasuk akan melakukan reshuffle. Berarti presiden sudah merasakan ada yang tidak beres dalam kabinetnya. saya Selaku Presiden KP2IT melihat bahwa bapak Presiden Jokowi tidak puas dengan capaian kinerja para pembantunya di lingkup eksekutif dan masih jauh dari harapannya dalam penanganan Covid-19 yang berdampak luas dan implikasinya luas, termasuk pada tingkat ekonomi masyarakat. Presiden juga khawatir betul dengan tingkat pengangguran yang semakin tinggi.

READ  Sekjen ITK NTB Minta Pemenang Tender Batu Bara Agar Memperhatikan Keluhan Warga

Menurutnya, sikap marah dan kecewa yang disampaikan Jokowi merupakan hal yang wajar, karena dalam kondisi yang sudah luar biasa, dianggap biasa-biasa saja oleh menterinya.

Sangat wajar dan tepat jika presiden marah. Tugas beliau adalah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tidak memuaskan, presidenlah yang berhak memberikan teguran dan peringatan.
Saya juga melihat bahwa fokus presiden adalah penyelamatan 267 juta warga negara dan itu disebut beberapa kali dalam pidato. Untuk itu, presiden rela melakukan banyak hal, termasuk reshuflle dan mengeluarkan payung hukum yang diperlukan sebagimana yang dikatan oleh presiden.

READ  Relawan Kesehatan Indonesia kota Depok Optimis Kota Depok akan sehat kembali dengan preventif kesehatan

Dalam kesempatan itu, presiden Jokowi mengutarakan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan. Hal ini menandakan bawah rasa kekecewaan beliau terhadap kienerja para menterinya sudah tidak bisa dibendung lagi akibat dari itu bisa saja ikhtiar presiden untuk mengganti para menterinya (Resuffle) bisa dilakukan dalam waktu dekat ini jika capain program menteri tidak progres.

Kami KP2IT menegaskan sekali lagi bahwa kami mendukung dan mendorong presiden Jokowi agar menjalankan pemerintahan ini sampai masa akhir jabatannya dan selalu berkarya demi Nusa dan bangsa ini untuk terpainya taraf hidup rakyat Indonesia yang Adil dan makmur sejahtera. (Red/DW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here